[SEJARAH BOLA] 2 Juni 1985: Sanksi Kompetisi Eropa Untuk Klub Inggris

Sejarah bola 2 Juni 1985 Sanksi kompetisi Eropa untuk klub-klub Inggris

Sepakbola.com – Hari ini, 2 Juni, 34 tahun lalu, otoritas sepak bola Eropa, UEFA, mengumumkan sanksi yang menutup partisipasi klub Inggris di kompetisi Eropa. Keputusan itu diambil menyusul insiden berdarah yang terjadi sebelum final Piala Eropa, kini Liga Champions, yang mempertemukan Liverpool dan Juventus.

Tragedi itu terjadi di Stadion Heysel, Brussel, empat hari sebelum sanksi diumumkan, 29 Mei 1985. Insiden itu terjadi setelah suporter Liverpool merobohkan pagar pembatas yang memisahkan mereka dari suporter Juventus. Para pendukung The Reds dikabarkan menyerang pendukung lawan yang terpaksa mundur menuju tembok penahan yang kemudian runtuh. Sekitar 600 orang terluka dalam insiden tersebut dan 39 di antaranya meninggal.

Pertandingan Liverpool vs Juventus pada Final 1985 yang berakhir 1-0 untuk kemenangan tim Italia itu sebenarnya dianggap sebagai salah satu duel terbaik dalam sejarah Piala Eropa. Meski begitu, fokus pembicaraan usai pertandingan beralih ke tragedi yang semakin mendekat kick-off di stadion yang sekarang bernama Stadion Raja Baudouin.

Sanksi tanpa batas waktu

UEFA menegaskan bahwa suporter Liverpool bertanggung jawab penuh atas insiden yang terjadi. Penyelidik UEFA Gunter Schneider menyatakan pada saat itu, “Hanya fans Inggris yang bertanggung jawab. Tanpa keraguan sedikitpun. "

Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher telah menekan Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA, untuk menarik klub-klub Inggris dari kompetisi Eropa. Dua hari setelah itu, UEFA memutuskan memberi sanksi kepada klub-klub Inggris dengan label "tanpa batas waktu".

Embargo kompetisi Eropa yang tak lekang oleh waktu berlaku untuk semua klub Inggris. Ada ketentuan tambahan bahwa saat sanksi dicabut, Liverpool akan mendapat tambahan hukuman tiga tahun.

Pada 6 Juni 1985 atau empat hari setelah keputusan UEFA, asosiasi sepak bola dunia FIFA memperpanjang hukuman untuk pertandingan internasional, tapi direvisi seminggu kemudian. Sanksi tersebut memberikan pengecualian untuk pertandingan persahabatan dan tidak berlaku untuk tim nasional Inggris.

Baca:  Pendukung Schalke dituduh melakukan percobaan pembunuhan terhadap pendukung Manchester City

Bangkitnya klub Inggris

Sanksi tersebut kemudian berlangsung selama lima tahun dan klub-klub Inggris diizinkan kembali bertanding di Eropa pada musim 1990-1991. Sedangkan tambahan penalti untuk Liverpool juga dipotong menjadi hanya setahun. Musim 1991–1992 The Reds langsung berkompetisi di Piala UEFA. Liverpool melangkah ke perempat final sebelum dikalahkan oleh klub Italia Genoa.

Sejak sanksi itu dicabut, klub Inggris itu sudah lima kali menjuarai Liga Champions. Empat trofi diraih Manchester United pada 1999 dan 2008, lalu Liverpool pada 2005 dan Chelsea 2012.

Musim 2018-2019 klub-klub Inggris telah menunjukkan performa yang luar biasa di kompetisi Eropa. Dua kompetisi klub Eropa berlabuh di Inggris. Lebih spesial karena empat posisi di dua final diraih klub Inggris, Liverpool vs Tottenham Hotspur di Liga Champions dan Arsenal vs Chelsea di Liga Europa.

Pos [SEJARAH BOLA] 2 Juni 1985: Sanksi Kompetisi Eropa untuk Klub Inggris muncul pertama kali di Berita Sepak Bola, livescore, jadwal & sorotan GOL!.